STUDI PENILAIAN KAWASAN PERMUKIMAN (STUDI KASUS : BANTARAN SUNGAI SIWA KECAMATAN PITUMPANUA KAB. WAJO)

Main Article Content

Muhammad Irsyam
Junaid

Abstract

Salah satu usaha pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pembangunan kaitannya dengan pembangunan kawasan permukiman guna memenuhi tuntutan kebutuhan dasar masyarakat akan perumahan dan kawasan permukiman adalah mengupayakan tersedianya lahan pada saat dibutuhkan, termasuk dalam hal ini adalah penyiapan lahan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur permukiman yang akan dikaji dalam studi kawasan permukiman bantaran Sungai Siwa, Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kondisi penduduk dan juga untuk menjelaskan penilaian kawasan permukiman penduduk pada bantaran Sungai Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kab. Wajo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (observational case studies) dengan pendekatan kuantitatif yang memadukan input data kualitatif dan kuantitatif sekaligus (mix method) dengan analisa pembobotan. Non-Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian atau permasalahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kekumuhan di kawasan bantaran Sungai Siwa pada Lingkungan Siwa dikategorikan kumuh sedang, pada Lingkungan Tacamming dikategorikan kumuh rendah, dan pada Lingkungan Cappapadang dikategorikan kumuh rendah. Hal ini terlihat pada kondisi jarak antarbangunan pada Lingkungan Siwa yang sangat padat dan pada Lingkungan Cappapadang kondisi jalan dan kondisi drainase yang butuh perhatian dari pemerintah setempat. Kategori kumuh yaitu kumuh rendah, kumuh sedang, dan kumuh tinggi. Pada Lingkungan Siwa dikategorikan kumuh sedang dengan nilai bobot 1060, sedangkan pada Lingkungan Tacamming dengan nilai bobot 910, dan Lingkungan Cappapadang dengan nilai bobot 880 dikategorikan kumuh rendah.

Article Details

Section
Articles